Langsung ke konten utama

Semua Tentang Cinta


What Is Love?

Ini adalah sebuah yang ditujukan Untuk semua kalangan khususnya Remaja Muslim, baik Akhwat maupun Ikhwan. Sebuah tulisan yang mungkin kurang bermakna bagi sebagian orang namun pada akhirnya akan memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi remaja yang mau memulai perubahan dalam hidupnya.
Tema yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah Kehidupan Pergaulan Remaja saat ini yang semakin memprihatinkan dan semakin jauh dari agama.
BAGAIMANA SEBENARNYA PACARAN DALAM ISLAM????
REMAJA adalah sebuah singkatan dari Rencana Masuk Jannatunna’im (surga). Masa remaja adalah masa dimana akan dibuai oleh mimpi yang sempurna, masa dimana kita akan mencari jati diri kita, masa menuju perubahan menjadi dewasa dan masa yang paling indah bagi sebagian orang.
Namun tak jarang masa remaja justru menjadi bumerang dan masa yang kelam bagi sebagian orang karena mereka tidak mampu memanfatkannya dengan prestasi dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menuju insan bermanfaat untuk dirinya sendiri mauoun orang lain.
Berdasarkan hasil survei di kalangan pelajar usia SMP-SMK salah satu hal yang tidak boleh terlewatkan pada masa remaja adalah mengasihi lawan jenisnya atau lebih dikenal dengan istilah PACARAN
Sebetulnya boleh ndak sih pacaran itu?
Kalau Anda memikirkan pertanyaan tersebut, itu adalh pertanyaan yang bagus untuk dikaji dan dijadikan perenungan dalam diri kita. Supaya kita tidak salah dalam menyikapi dan memaknainya dan agar kita tidak terjjerumus ke dalam jurang kehancuran hanya karena cinta yang palsu dan semu.
Cinta adalah sebuah software yang ALLAH anugerahkan kepada setiap makhluknya yang dapat mengangkat harkat dan martabat manusia jika manusia mampu mengemasnya dalam sebuah cinta yang tepat dijalan-Nya. Akan tetapi pada jaman sekarang tidak semua orang mampu mengemas cinta yang tepat. Banyak kemaksiatan yang muncul yang mengatasnamakan cinta. Banyak perzinahan yang muncul atas nama cinta. Tak jarang orang juga kalab atau dibutakan matanya karena cinta yang  salah dan semu.
Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Tak dapat dipungkiri, kasih sayang adalah pemberian Allah SWT kepada hamba-Nya. Dari sifat ke-Maha Sucinya Allah, kasih sayang itu memunculkan cinta sebagaimana pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Bentuk cinta tidak dapat diterka, tetapi dampaknya luar biasa.
Allah SWT dalam Surat Al-Hujurat : 13 menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia laki-laki dan perempuan lalu dijadikannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Firman Allah SWT tersebut merupakan suatu bukti diakuinya hubungan antar manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Kendati demikian, kita tetap dituntut untuk mengutamakan hubungan dengan Allah (Hablun Minannas, wa Hablun Minallaah).
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Dalam kamus umum Bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau tertarik hatinya. Sedangkan pacaran merupakan suatu fase untuk saling “observasi” atau mencari tahu atau penjajagan kepribadian lawan jenis. Maksudnya mengenal dirinya, keluarganya dan lingkungannya. Termasuk mengenal lebih dekat sifat, watak dan kegemaran lawan jenis. Dengan demikian, kelak bisa diketahui apakah layak atau tidak untuk dilanjutkan kejenjang pernikahan.
Kata pacar sendiri berasal dari nama sejenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali, tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murah) sehingga tidak diperjualbelikan. Hal ini sebagai simbol bahwa pacaran adalah perilaku yang tidak bernilai. Jika suatu waktu puas dengan pacarnya, maka dia akan mudah beralih kepada pacarnya yang baru.
Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.

Alhamdulillah…ya Rabb,,  semoga bermanfaat untuk kita, agar kita tidak terjerumus dengan manisnya kata CINTA yang salah yang dapa menjerumuskan kita!


Komentar